top of page
DAMAR ANJAR
GPA 421
TRENCH SITTER
by : Damar Anjar
Trench Sitter adalah sekumpulan anak yang pada saat itu jenuh dengan kesehariannya sebagai pelajar, Gua pada vocal dan gitar, Ivando pada drum, Anqi pada bass. Band yang bergenre grunge/punk ini mulai terbentuk pada pertengahan 2011, tepatnya pada hari ke 30 dibulan Juni.
Awal terbentuknya band "NGE***T" ini ketika salah satu murid SMA PANGUDI LUHUR JAKARTA angkatan 2014 yaitu gua sendiri merasa bosan dengan rutinitas gua sebagai pelajar. Ketika itu gua punya mimpi gua bisa punya band kayak idola gua dari dulu, NIRVANA.
Awalnya gua bingung siapa aja yang bakal gua rekrut masuk ke dalam mimpi gua, yang punya visi yang sama, dan punya selera musik kayak gua. Karena gua paling gasuka mimpi doang, gua langsung ulik-ulik temen SMA gua siapa yang bisa bermain drum, dan juga bass. Awalnya gua coba fokus untuk nyari drummer, setelah gua cari siapa temen gua yang bisa main drum, F*UCK! tersebutlah satu nama, Ivando Jeremy. Ketika gua mulai ngobrol-ngobrol dengan Ivando tentang mimpi, visi, dan selera musik gua, ternyata beliau juga mempunyai itu semua. Setelah menemukan si drummer, gua dan Ivando fokus mencari seorang bassist. Gabutuh waktu lama, tersebut lah seseorang berpostur besar dan berambut kriting, Anqi Zailani. Pada awal pertemuan gua dan ivando dengan Anqi agak sedikit garing, karena ternyata Anqi adalah seorang bassist yang bergenre Jazz. Tapi gua yakin banget Anqi bisa ikut masuk ke band gua karena Anqi juga punya mimpi dan visi yang sama.
Setelah terkumpulnya drummer dan bassist, gua langsung mengajak mereka untuk ngejam bareng di salah satu studio musik di Jakarta. Ketika ngejam untuk pertama kalinya, gua masih merasa ga nyaman. Tapi gua yakin gua pasti bisa nyaman dengan mereka. Setelah gua mikir kenapa gua bisa ga nyaman sama mereka, gua ga nyaman karena emang gua, Ivando, dan Anqi belum berada di satu chemistry yang sama. Akhirnya gua memutuskan untuk membuat jadwal jamming guna menemukan sebuah chemistry, karena gua yakin kesamaan chemistry bakal mempengaruhi band gua bakal sampai kemana kami akan berdistorsi.
Setelah gua mulai merasa sangat nyaman dengan Ivando dan Anqi, kami mulai berpikir tentang nama dari band yang akan kita bentuk. Banyak refrensi yang kami dapat, tapi tersangkut satu nama yaitu Trench Sitter. Trench yang artinya parit/selokan, dan Sitter yang berarti "orang yang duduk", bingung?. Jadi ketika SMA, kami memiliki tempat dimana kami belajar bersosialisasi, kekompakan, dan berorganisasi, tempat ini sering disebut SUR. SUR terletak di sebuah perempatan dekat dengan sekolah kami dan berada di atas dua buah selokan. Gua. Anqi, dan Ivando sering sekali menghabiskan waktu disana, akhirnya terlintas nama Trench Sitter.
Setelah terbentuknya chemistry dan nama, kami memutuskan untuk mencoba beberapa audisi band pensi yang ada pada saat itu, namun dari semuanya PAHIT. Trench Sitter selalu di tolak setiap mengikuti audisi pensi, awalnya gua mulai sedikit putus asa kenapa sering banget band gua di tolak audisi pensi. Tapi Ivando dan Anqi gapernah bosen untuk saling kasih semangat. Karena mereka berdua, gua terus berusaha gimana caranya Trench Sitter bisa berkembang.
Kami mempelajari setiap kesalahan dari pengalaman kami, dan akhirnya kerja keras gua, Ivando, Anqi berbuah MANIS!. Trench Sitter di terima di beberapa audisi pensi di Jakarta. Setelah diterima audisi untuk pensi, Trench Sitter diundang main untuk salah satu acara Launching sebuah majalah di Indonesia dengan honor yang lumayan besar untuk kami. awalnya gua menolak honor dengan jumlah itu karena gua ngerasa band gua belum pantas terima honor itu, tetapi pihak dari majalah terus menawarkan, dan akhirnya gua berunding dengan Anqi dan Ivando atas hal ini, dan akhirnya kami setuju untuk mengambilnya dengan catatan Trench Sitter bakal kasih yang terbaik.
Dan setelah gua terima beberapa gigs di Jakarta, gua mulai mikir kalo Trench Sitter harus punya lagu sendiri, karena selama itu kami hanya mengcover lagu dari NIRVANA, RAMONES, dan MORFEM. Untuk lagu Trench Sitter sendiri gua terinspirasi dari keadaan lingkungan gua yang pada saat itu (mungkin sampai saat ini) zaman globalisasi masih ditelan mentah-mentah oleh masyarakat dan tanpa disikapi terlebih dahulu. Untuk liriknya gua buat bareng temen baik gua, Diah Kristiningsih yang sering dipanggil Kristin seorang Mahasiswi Universitas Negeri ternama di Indonesia yang memiliki sikap idealisme yg tinggi. Dan untuk lagu pertama Trench Sitter gua beri judul "METAFORA SOSIAL"
Singkat cerita, sejak saat itu kami menjadi sering diundang ke beberapa pensi besar dan beberapa acara salah satu majalah terbesar di Indonesia dengan honor yang bisa mengembalikan modal kami untuk latihan band.
Namun seiring berjalannya waktu gua, Ivando, dan Anqi harus berpisah untuk meneruskan pendidikan masing-masing. Gua belajar banyak banget dari Trench Sitter, bukan cuma band sih menurut gua, Trench Sitter udah kayak guru buat gua yang ngajarin gimana caranya menyusun sesuatu dengan kerja keras yang hasil akan berbuah manis.
Jakarta, 15 Januari 2015

bottom of page